DISC TARRA dan DUTA SUARA MUSIK, dua pelaku bisnis industri musik menutup beberapa gerainya

Di era ’80 dan ’90-an, dapat disebut sebagai era keemasan bagi pelaku bisnis industri musik. Tuntutan toko-toko musik besar di ranah mainstream memang tinggi, dengan investasi tinggi, target serta revenue-nya juga tinggi, hanya mengandalkan jualan kaset dan CD, namun tidak ditunjang dengan produk-produk merchandise lainnya, juga kesadaran konsumen dan strategi penjualan dari pihak toko menjadi hal penting yang patut diperhatikan dalam bisnis ini.

Kalau dulu kita bicara tentang pembajakan musik, kini beralih dengan pengunduhan musik secara gratis, dan beberapa tahun terakhir berubah lagi ke pola musik digital platform atau streaming yang berdampak meruginya bisnis yang dijalankan toko-toko musik di berbagai belahan dunia, juga menimpa berbagai toko musik di Indonesia.

Setelah toko yang khusus menjual produk fisik hasil rekaman musik Aquarius Mahakam, pada akhir 2013 tutup akibat merugi karena produk fisik hasil rekaman musik sepi pembeli. Berita yang saya lansir dari berbagai media di internet, kali ini datang dari dua kelompok usaha musik yaitu Disc Tarra dan Duta Suara Musik.

Disc Tarra logo
Disc Tarra toko

Disc Tarra, sebagai salah satu toko musik terbesar di Indonesia pada masa jayanya pernah memiliki lebih dari 100 gerai yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Tetapi pada akhir 2015 ini, mereka merencanakan akan menutup beberapa gerai di beberapa kota dan hanya menyisakan delapan gerai yang berlokasi di Jakarta.

Pihak Disc Tarra memang belum mengumumkan secara resmi penutupan gerai mereka. Namun total gerai yang direncanakan tutup tidak tanggung-tanggung sekitar 40 gerai di beberapa kota di Indonesia selain delapan gerai di kota Jakarta akan tetap buka dan mereka pertahankan. Walau merencanakan akan menutup 40 gerai, Disc Tarra yang juga memiliki industri label rekaman ini merencanakan untuk tetap mengikuti perkembangan zaman terjun ke dunia musik digital.

Duta Suara Musik logo
Duta Suara Musik toko

Sedangkan Duta Suara Musik, pertama kali berdiri pada 1970 silam, dan sebagai salah satu toko musik tertua di Indonesia yang dapat bersanding bersama toko musik legenda seperti Tower Records (Amerika Serikat) dan HMV (Inggris) ini akan menutup dua gerai mereka yang berlokasi di Mal Kelapa Gading serta Mall Taman Anggrek, Jakarta pada Desember mendatang. Sebelum menutup dua gerainya pada Desember nanti, Duta Suara Musik ternyata sudah terlebih dahulu menutup gerai-gerai lainnya yang juga berlokasi di Jakarta dan Bandung, dan yang terakhir berlokasi di Plaza Senayan, Jakarta pada Oktober silam.

Pihak Duta Suara Musik bersuara, penutupan gerainya karena kebetulan masa kontraknya telah habis, biaya sewa yang terus melonjak dari pihak pengelola adalah faktor utama gerai mereka harus rela ditutup satu persatu. Namun Duta Suara Musik tidak menampik bahwa penutupan gerainya juga karena faktor utama beralihnya musik dari kaset dan CD ke digital platform atau streaming yang berdampak berkurangnya daya beli. Kini Duta Suara Musik hanya menyisakan satu gerai yang masih bertahan di Sabang, Jakarta Pusat.

Advertisements