KUNTO HARTONO si “Drummer Sakti”, mantan tukang sol sepatu dan tukang permak jeans

Kunto Hartono

Anda masih ingat dengan Kunto Hartono yang dijuluki si Drummer Sakti? Kunto pria kelahiran Banyuwangi, 27 Maret 1977 ini telah mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan memecahkan rekor dunia dalam kategori “SpectacuLAr Drumming Marathon 72 Hours Guinness World Records”, selama 74 jam pada tanggal 29 Desember 2003 – 1 Januari 2004 di Plaza Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. Namun, rekornya sempat ditumbangkan oleh drummer Rush Prager.

Kemudian Kunto memperbaiki rekor yang hilang tersebut dengan memainkan drum selama 122 jam 25 menit, atau 6 hari 6 malam di Kota Malang pada akhir 2011 lalu dan menerima sertifikat rekor dunia yang kedua dari Guinness World Records (GWR) pada 10 Mei 2013 lalu dalam kategori “The Longest Drumming Marathon Guinness World Records”. Sebelumnya, rekor dunia pertama dalam kategori ‘The Longest Drumming Marathon Guinness World Records’ dipegang oleh drummer asal Amerika Serikat, Russ Prager pada Mei 2003, selama 58 jam (tiga hari), kemudian diperbaiki pada tahun 2009 dengan memainkan drum selama 120 jam (lima hari).

Untuk mengalahkan rekor Rush, ia ternyata sudah pernah mencoba menabuh drum secara maraton pada 26 Juni 2010 di Kapas Krampung Plaza, Surabaya. Namun upaya Kunto gagal saat jam ke-82. Pergelaran yang diberi tajuk Drumming Marathon 135 Hours harus terhenti karena lampu dilokasi pertunjukan mati. Akibatnya suara audio hilang dan rekaman video yang akan dikirim ke London, markas GWR pun gagal. Kunto memenuhi syarat dari pihak GWR, yakni rekaman audio dan visual tidak boleh terputus, istirahat selama 15 menit setiap 8 jam, dan dalam 4 jam tidak boleh membawakan lagu yang sama dalam versi apapun. Dia bangga saat sertifikat Guinness World Record kini telah berada di tangannya.

Kunto Hartono 2

Coba kita membandingkan Kunto Hartono dengan Andrew (Miles Teller). Andrew yang harus berkubang dengan cipratan peluh dan darah untuk memuaskan hati pelatih musiknya, Fletcher (J.K. Simmons). Andrew bermimpi menjadi penggebuk drum terbaik dengan masuk sekolah musik, bergabung dengan band paling bergengsi, berlatih drum sampai malam, hingga jari-jarinya terluka. Kunto, pria berambut gondrong itu ternyata pernah berprofesi sebagai tukang sol sepatu saat masih menempuh pendidikan tingkat atas di Mojokerto, Jawa Timur. Uang yang terkumpul dari hasil kerjanya, digunakan untuk biaya latihan drum di studio dan ikut beberapa festival band tingkat provinsi. Kunto hijrah ke Kota Bogor era 1990-an, dan membentuk band PALAPA. Tapi, tak berarti ia langsung sukses dan kaya. Dari tahun 1999 sampai 2002, Kunto malah menjadi tukang permak jeans.

Namun, seperti halnya Andrew, Kunto juga punya mimpi. Rekor demi rekor pun digenggamnya, namun itu pun tidak selalu mulus. Kunto pernah harus terkapar pingsan dan diinfus karena berupaya memecahkan rekor. Yang penting bagi Kunto, usahanya kini membuahkan hasil. Meski tak bergabung dalam band populer mana pun, pria yang kini berdomisili di Surabaya itu tetap dikenal sebagai Drummer Sakti, alias The Strongest Drummer in the World from Indonesia.

BMR BeritaMusikRock.wordpress.com

Advertisements