Upaya Tony Iommi dan Mark Greenway untuk meringankan terpidana mati “Bali Nine” menemui jalan buntu

Foto0367 - Copy (2)

Hari penghakiman bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran semakin dekat setelah upaya grasinya ditolak Presiden Indonesia Joko Widodo dengan Keputusan presiden No 9/G tahun 2015. Kedua gembong narkoba warga Australia itu dijatuhi eksekusi mati pada tahun 2006 karena berusaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram ke Australia.

Sebelum Andrew Chan dan Myuran Sukumaran merasakan timah panas regu tembak Kepolisian Republik Indonesia, mereka telah berupaya untuk melayangkan gugatan atas Keppres tersebut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara, namun usaha mereka ditolak oleh Ketua PTUN Jakarta. Sementara itu, apabila upaya hukum banding tidak dapat dikabulkan oleh pengadilan, maka mereka tidak dapat menempuh jalur hukum lainnya, ini sudah final (CNN Indonesia).

Selain kuasa hukum Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah melakukan banding di pengadilan, dalam info yang saya tulis kemaren 5 Maret 2015 gitaris BLACK SABBATH Tony Iommi dan pentolan NAPALM DEATH Mark Greenway melakukan bantuan dengan mengirim surat khusus kepada Presiden Joko Widodo dengan tujuan untuk sebuah pengampunan dengan alasan kemanusiaan. Tapi apa daya, upaya Iommi dan Mark sepertinya menemui jalan buntu, hari Rabu 4 Maret Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah dipindahkan dari lapas Kerobokan, Bali ke tujuan akhir kehidupan di lapas Nusakambangan, dimana eksekusi mati mereka akan dilakukan. Sampai info ini saya tulis, hari maupun tanggal eksekusi tersebut masih menjadi misteri.

Advertisements