Bagi TONY IOMMI, kematian terasa makin dekat

Heaven & Hell Play Melbourne

Ketika gitaris BLACK SABBATH, Tony Iommi, berusaha melawan penyakit kanker yang telah di diagnosis pada bulan Januari 2012. Ketika dokter mengatakan bahwa ia telah menderita kanker, dalam pikirannya kematian terasa makin dekat. Dengan benjolan yang menyakitkan ia derita di pangkal paha sewaktu Iommi berada di New York dalam mempromosikan sebuah buku.

Sejak itu Iommi telah memerangi penyakitnya hingga ia berhasil merekam album Black Sabbath “13” hingga melakukan tur untuk promosi album di 81 pertunjukan di 28 negara. Iommi begitu menikmatinya, namun waktu terus berjalan dan penyakitnya membuat kondisi tubuh Iommi makin lemah. Setiap enam minggu ia mengharuskan terbang untuk menjalani perawatan. Iommi pun terpaksa pulang selama dua atau tiga minggu sebelum bisa bergabung dengan band lagi dan merencanakan seluruh tur dalam masa pengobatan.

Iommi memiliki masa-masa sulit, dan ia merasa tidak lama lagi akan mengakhiri hidup. Iommi ternyata melakukan dua operasi yang berbeda pada saat yang sama, satu di prostat dan satu di kelenjar getah bening, setiap kali ia mendapatkan rasa sakit di perut. Dokter bedah pernah mengatakan kepada Iommi, jangan mengharapkan kanker untuk bisa pergi selamanya. Kemungkinan hanya ada 30 persen kanker bisa disembuhkan, tapi lebih dari itu mungkin akan tumbuh kembali.

Kini … Iommi telah pasrah. Ia merasa dekat dengan penggemar bisa dalam sisa waktu 10 tahun lagi atau bisa saja hanya satu tahun tersisa. Hanya tuhan yang tahu.

Advertisements