Vokalis band death metal Bangladesh, diduga sebagai relawan dari kelompok (ISIS)

JAHILIYYAHSamiun-Rahman_3055249bMenurut The Telegraph, pria yang ditangkap di Bangladesh yang diduga sebagai relawan dari kelompok (ISIS), adalah seorang penyanyi band death metal JAHILIYYAH, yang telah memiliki kontrak rekaman dengan perusahaan musik Inggris.

Asif Adnan, 26, ditangkap di Bangladesh setelah ia bersama dengan seorang pria bernama Fazle Elahi Tanzil, yang direkrut oleh Samiun Rahman, sedang melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung militan. Namun dari pihak keluarga Adnan telah mengajukan permohonan jaminan bahwa ia memiliki gelar fakultas ekonomi dengan catatan “baik” dibidang akademik dan budaya. Keluarganya menuduh bahwa ada indikasi semacam “persaingan” untuk menghasut keterlibatan nya dalam kasus tersebut dengan maksud untuk menghancurkan kariernya, masa depan, dan untuk mengganggu dia dan keluarganya.”

Permohonan dari keluarga Adnan tidak begitu saja dikabulkan, karena dari keterangan badan intelejen mengklaim telah memiliki pesan teks oleh Adnan yang ditujukan kepada Tanzil, dimana Adnan mengutarakan keinginannya untuk melakukan perjalanan ke Suriah dengan tujuan “jihad.”

“Aku hanya ingin berada di tanah Jihad. Di antara para Mujahidin. Hidup hanya untuk Allah,” begitulah yang ia tulis. Dia juga mencoba untuk mencari tahu di mana cara melakukan perjalanan untuk menuju kesebuah kelompok jihad yang akan ia tuju.

Adnan, sebagai pendiri band Jahiliyyah pada tahun 2010, mengatakan “Saya seorang Muslim dan saya mengikuti aturan agama saya,” katanya. “Tapi itu tidak menghentikan saya dari hidup dengan hasrat untuk musik metal, dan tetap berpikiran terbuka. Jangan Anda berpikir bahwa metal sekarang ini bersifat universal.”

“Fakta bahwa aku seorang Muslim tidak mempengaruhi kualitas bermusik saya. Jangan meremehkan India, misalnya:. Apakah anda percaya bahwa musik metal mereka kurang menarik karena mereka adalah orang-orang Hindu. Dan bagaimana dengan orang Eropa? Kekristenan tidak membuat musik yang itu lebih baik atau lebih buruk. Metal adalah bahasa global, dan kami Bengali bangga untuk menambahkan gaya kami ke sebuah genre,” sambungnya.

Adnan juga menyesalkan fakta bahwa band-band mancanegara pada umumnya melewatkan begitu saja kota Dhaka, ibukota Bangladesh, ketika mereka mengunjungi Asia Selatan, lebih memilih audiens yang lebih besar di kota-kota India seperti Delhi dan Bangalore. “Di India, metalheads lebih beruntung mereka melihat METALLICA, LAMB OF GOD, INCANTATION,” kata Adnan. “Tidak ada yang muncul di sini. Bahkan di Nepal adegan lebih baik daripada kami. Napalm Death dimainkan baru-baru ini di Kathmandu. Dan melupakan pergi ke luar negeri. Ia tampaknya hampir seperti menjadi Bengali adalah dosa yang mematikan.”

download

Advertisements