Event ‘BLACK MASS’ di kota Oklahoma, menuai protes dari umat Katolik

Messenoire Event musik ‘BLACK MASS’ yang diadakan pada minggu malam (21 September) di pusat kota Oklahoma, yang melibatkan band-band metal lokal, banyak menuai protes dari ratusan umat Kristen Katolik. Mereka melaporkan bahwa berbagai ritual dalam acara tersebut telah menodai Ekaristi Kudus. Selain itu, hampir 300 umat Katolik dari Wichita, Kansas, datang ke Kota Oklahoma secara damai menunjukkan ketidaksenangan mereka pada acara tersebut. “Ini begitu mengejutkan untuk berpikir bahwa mereka menyembah setan bukan Tuhan”, kata pengunjuk rasa Estefani Martinez seperti dikutip KFOR.com.

“Bagi umat Katolik, itu adalah pelanggaran yang paling pedih terhadap Allah”, kata Francis Slobodnik, pengunjuk rasa dari Kansas. “Kami datang ke sini untuk menunjukkan ketidaksenangan kami dengan cara yang damai dan doa, untuk menunjukkan dukungan kami untuk Allah dan iman kita”, tambah Francis.

“The Black Mass merupakan acara untuk merayakan kematian massal, iblis adalah simbol dari semua tentang kematian dan kejahatan adalah tentang kematian”, kata Pastor Bill Pruett dari Gereja Katolik St James kepada Fox 25.

Anthony Leon, salah satu anggota peserta band yang dijadwalkan untuk tampil di Black Mass, berkata tentang para demonstran: “Saya menghormati hak mereka untuk melakukan apa yang mereka lakukan selama mereka meninggalkan kami sendirian, kami akan meninggalkan mereka sendirian”.

Menurut Jennifer McClintock, juru bicara gedung Civic Center (Public Information Manager) tempat dimana acara tersebut diselenggarakan, kepada Fox 25, “bahwa mereka memungkinkan melayani pemesanan dari setiap acara yang akan diselenggarakan di gedung tersebut karena Civic Center adalah fasilitas yang digunakan untuk umum. Kita tidak dapat menolak untuk salah satu kelompok berdasarkan isi dari pesanan mereka, apalagi jika pesanan itu menyenangkan untuk orang lain”.

Advertisements